Drummer kelompok pop punk Blink-182, Travis Barker (40), kembali buka suara tentang alasan mereka memecat Tom DeLonge, gitaris, vokalis, dan pendiri band. "Sejak beberapa album terakhir, Tom sangat terobsesi dengan warna musik U2. Pada dasarnya dia ingin merekam lagu yang terdengar mirip Coldplay," kata Barker saat diwawancarai dalam acara "Mr. Wavvy" (h/t Billboard, 2/3/2016).
Sempat mereka mengalah dengan sikap DeLonge saat pembuatan album Neighborhoods(2011). Hasilnya ternyata tak sesuai harapan. "Pembuatan album itu sangat tidak rapi karena di antara kami bertiga tidak sepakat soal sound-nya. Penyebabnya karena kami punya satu orang personel yang sangat ingin mengubah warna musik band ini," lanjut Barker.
Waktu berlalu, Tom memperlihatkan perbedaan kreativitas yang semakin menebal. Hal tersebut tidak bisa ditolerir Barker dan Mark Hopus (bas). Blink-182 sudah punya warna musik yang khas sejak terbentuk pada 1992. Faktor itu tak bisa diutak-atik hanya karena egoisme.
"Bagi kami, Blink selamanya adalah Blink. Kami ingin terdengar seperti Blink-182. Itu adalah alasan kami ada di sini. Eksplorasi musikalnya itu cocok buat diterapkan pada proyek musik lain. Kami mencintai band ini dan sound khasnya," demikian penggebuk drum yang awalnya bergabung bersama band ska The Aquabats ini berujar.
Perpecahan di tubuh Blink-182 memuncak pada Januari 2015. Saat acara Musink Music and Tatto Festival berlangsung di Costa Mesa, California, Amerika Serikat (22/3/2015), posisi DeLonge resmi digantikan Matt Skiba, gitaris dan vokalis kelompok Alkaline Trio.
Kala itu pihak band menyatakan dua alasan absennya DeLonge dalam sebuah rilis pers. Pertama karena rekannya itu ingin berkonsentrasi mengerjakan proyek di luar musik. Alasan terakhir terkait perangai DeLonge yang kerap menolak saat diajak rekaman.
"Saya tidak pernah keluar dari band. Bahkan sedang membicarakan rencana konser Blink-182 di New York ketika kabar tersebut beredar. Ternyata rilis pers tersebut merupakan sanksi dari band untuk saya," bantah DeLonge melalui akun Facebook resminya (27/1/2015).
Romantisme antara Barker, Hopus, dan Skiba kini semakin awet. Bahkan unit baru ini telah rekaman beberapa lagu untuk bakal album ketujuh Blink-182 yang belum diumumkan jadwal rilisnya. Satu hal yang penting adalah masuknya orang baru membuat suasana rekaman kembali terasa menyenangkan.
"Matt adalah orang yang menyenangkan diajak bermain dan menulis lagu. Kami baru saja memulai tapi sudah menghasilkan lima lagu. Sekarang saya merasa sangat gembira," terang Barker dilansir NME (20/10/2015).
DeLonge di satu sisi tak mau terlalu larut dalam problematik yang melibatkan dirinya dengan dua sahabatnya tadi. Pria berusia 40 yang juga sempat mendirikan band sampingan bernama Angels and Airwaves dan Box Car Racer itu merilis album solo perdana bertajuk To the Stars... Demos, Odds and Ends (21/4/2015).
Pun demikian, DeLonge kepada Billboard (9/1/2016) mengaku jika dirinya kangen ingin bermain lagi bersama Barker dan Hopus. Hanya saja bukan dalam waktu dekat. "Saat ini kami hanya perlu berpisah karena masing-masing ingin mengerjakan sesuatu yang berbeda. Mungkin di masa depan," katanya.
Source : https://beritagar.id/artikel/seni-hiburan/travis-barker-ungkap-alasan-tom-delonge-dipecat-dari-blink-182
Tidak ada komentar:
Posting Komentar